Ken Angrok

Diskon!

Rp 145.000 Rp 101.500

ISBN: 9786239043643
November 2019
Penulis: Damar Shashangka
Penerbit: Qantara
Ukuran: 14 x 21 cm
Halaman: 608
Bahan: BP
Berat: 750 gram

SKU: 9786239043643 , , ,
Deskripsi

Deskripsi

Pada akhir abad ke-12, saat kecamuk antara Janggala dan Panjalu memuncak, lahir seorang anak dari wanita sudra cantik di Pangkur, Tumapêl. Anak itu bernama Angrok, leluhur kerajaan Singhasari dan Majapahit. Sejak dalam kandungan, kehadirannya telah memakan korban. Gajahpara sang ayah tiri mati terbunuh. Semakin diyakinilah bahwa Angrok adalah lêmbu pêtêng: sosok berdarah ksatria beribu sudra, tanpa diketahui khalayak siapa rama ksatrianya.
Ketika lahir, Angrok memiliki toh di perut, ciri yang juga dimiliki sang mendiang ayah tiri. Tak ingin ditumpas oleh sang rama, Ni Êndhog, sang biyang, membuang Angrok di pekuburan-anak Kabalon. Jabang bayi itu kemudian ditemukan oleh Ki Lembong, seorang pencuri yang kebetulan sedang beraksi di kabuyutan yang menjadi pusat kerajinan emas tersebut. Di tangan pencuri yang kemudian beralih profesi menjadi petani inilah Angrok dirawat, dibesarkan, dilatih kanuragan, dan sekaligus dirahasiakan jati dirinya.
Menginjak dewasa, Angrok berkelana tak menentu. Dia bertemu dan berguru tanpa sengaja kepada sejumlah tokoh dan seorang resi. Dalam pengelanaan itulah keterampilan ksatrianya terasah, jiwa kepemimpinannya ditempa, dan tujuan hidupnya berarah.
Inilah kisah sejarah bertabur tata sosial, spiritual, dan susila tanah jawa sembilan abad silam. Ada banyak keanehan, tabu, dan kontroversi yang secara tak terhindarkan akan Anda temukan. Tetapi, kesemuanya itu adalah bagian dari daging sejarah yang harus dikunyah demi lebih memahami kebudayaan Jawa. Kebudayaan terbesar yang dianut oleh rakyat di negeri ini.